Telekung meriah

20130727-030230.jpg

Tiap tahun tiap kali Ramadhan saya akan beli telekung baru. Tahun ni mcm sudah jadi trend telekung lycra, so saya pun beli lah satu. Warna pink + french lace. Husband tanya, ‘tidak akan timbul rasa riak kah pakai telekung begini?’. Told him that saya beli sebab saya suka sebab cantik. Then, tadi tengok ada org komen di insta seorang blogger ni yg pakai telekung berwarna selain dari warna putih.

Sebelum ni memang pernah baca pasal telekung yang ‘meriah’ dan the consenquences of wearing it to sembahyang di masjid. Antar point yang saya dapat ialah :

1. Kalau pakai pegi sembahyang di masjid, nanti jadi perhatian orang lain.
2. Mengganggu kusyuk jemaah lain, terutama jemaah yang berada di syaf belakang kita.
3. Kita manusia biasa. Bila memakai lain daripada yang lain, kemungkinan menimbulkan rasa riak/banga tanpa sedar. (Now I get your point Enchek Kedek ).

Ada jugak yang berpendapat, kalau orang yang sembahyang memang kusyuk, letak ayam goreng di sebelah pun dia tidak akan sedar, which, betul jugak.

So, saya pun letak diri saya di ketiga-tiga situasi di atas.

1. Memang outstanding sebab semua org bertelekung putih, tiba2, 2-3 orang berkaler-kaler.
2. Bagi seseorang yang memang minat dengan design2, pattern2, lebih-lebih lagi baru ada mesin sulam, memang ada terganggu sedikit kekusyukkan saya bila orang syaf depan punya telekung ‘meriah’.
3. Sesuatu yang tidak dapat di control. Orang puji telekung saya cantik, kemudian saya bangga kembang-kembang lubang hidung.

So, tidak salah kalau mahu memakai telekung yang meriah, tapi seeloknya, pakai untuk di rumah sahaja. Memang betul kekusyukkan seseorang tu bergantung kepada dirinya sendiri, tapi janganlah kita pulak yang menjadi sumber/penyebab orang tidak kusyuk.

Ok, lesson learnt! Nasib masih ada telekung-telekung biasa di rumah. Si pinky ni pakai di rumah seja lah.

Kawan-kawan ada pandangan/pendapat lain tenang telekung yang meriah?

Bulan

Lama sudah jarang update pasal Ariana.

Ariana sekarang semakin terer bercakap. Terlampau banyak ‘why’ sudah.

Hari tu, on the way dari rumah ke masjid, saya & Ariana tengok bulan. Bulan penuh masa tu.

Ariana : Mommy, the moon is following us.

Mommy : Yeaaa..

Selepas beberapa minit, bulan masih kelihatan.

Ariana : Mommy, the moon must be very tired.

Then tadi, di siang hari,

Ariana : Mommy, i miss the moon.

Selamat Berpuasa

Sudah 17 hari puasa, baru saya memunculkan diri di sini.

Sebenarnya, lebih kurang seminggu lebih di awal Ramadhan, saya tidak sihat. Mula-mula tu flu, kemudian di ikuti oleh batuk. Sebab berpuasa, proses untuk sembuh tu adalah sedikit lambat sebab masih kurang air. Most of the time saya akan tidur sebab seriously tidak tahan. Lemah. Ada terfikir untuk buka puasa & concentrate dengan makan ubat. Tapi sebab terlampau lama berfikir, saya tertidur sampailah dekat waktu buka puasa. Malam hari, tidak pergi terawih sebab concentrate makan ubat. (Note : Ubat flu extreme yg bikin mengantuk).

Start minggu kedua, kesihatan semakin pulih. So saya meneruskan aktiviti harian seperti biasa, kecuali workout, menjahit bag pun only starts on the 2nd week.

Setakat ini, Alhamdullillah, puasa saya belum putus.

Puasa kali ini saya rasa ada lain sikit. Tidak macam dulu. Mungkin jugak faktor cuaca. Macam last year, kita berpuasa dalam keadaan berjerebu. Tahun ni, so far bandar Miri masih ok. First 2 weeks tu cuaca sejuk ja. Saya ulang alik jalan kaki sepuluh minit dari office ke tempat parking untuk hantar dan ambil Ariana pun, masih steady. Baru hari ni saya ada rasa cuaca semakin panas. Tidak kiralah cuaca macam mana pun, masih tetap bersyukur. Dapat cuci kain 2-3 trip.

Juadah berbuka puasa kami pun biasa-biasa saja. Macam makanan harian biasa. Bukan macam kenduri. Hehe. Setakat ini, belum lagi ada pegi berbuka di mana-mana restoran/hotel yg offer buffet Ramadhan sebab malas mau kelam kabut makan then ke terawih. Pasar Ramadhan pun pegi bila teringin makan kuih terang bulan & kuih bungko. Kalau Enchek Kedek ada, panjang lah langkah kami ke pasar Ramadhan. Kalau Enchek Kedek tiada, makan di rumah saja, bukan apa, saya malas mau parking jauh2, sesak2. Lagipun, hari tu kami pegi pasar Ramadhan, terlampau ramai orang. Banyak stall yang skip sebab terlampau sesak. Rasa mcm jalan bersiar-siar ja sebab semua stall di limpas.

Sahur, so far, never missed. Nda tau lah next week bila mum in law sudah balik ke Sibu. Kalau mum in law tiada di rumah, kami kurang berdisiplin. Huru-hara. Haha.

Ok lah. Setakat ni saja untuk update Ramadhan.

Soft reminder :

1. Jangan lupa bayar zakat. Pergi pasar Ramadhan atau terawih, memang ada wakil yang berada on site.

2. Bersederhana. Di kala kita sedang memilih untuk beli karipap atau popiah, mee jawa atau laksa sarawak, air bandung atau air cincau, ingat-ingatlah juga dengan orang yang cuma ada 1 option (or maybe tiada option langsung) untuk juadah berbuka puasa. Jangan membazir juga.

Selamat Berpuasa!

Langkawi Part 1

Tujuan ada Part 1 & Part 2 supaya I know when to stop writing. Kalau tidak, entry panjang berjela-jela.

Me & my collegues went to Langkawi for meeting & team building. I was on my last night shift, and flown on the first flight 6.50 am to KL the next day. Went back home @ 4 am, mandi2 & siap2, fetch Adeline at the office (after her handover to day shift) and off to the airport.

I slept during the 2-hours flight to KL and thanked god that we are travelling on business class. More space and able to sleep comfortably kunun. Hehe. Reached KL and waited for 1 hour plus before our flight to Langkawi.

That was my first time going to Langkawi and I did some googling to check on their nearest shopping mall. Memang sudah kaki shopping, harus cari mana shopping mall lah. But, Langkawi is more less like Labuan, only bigger and choices for shopping lebih luas sikit.

Touch down Langkawi, off to the chartered bus and off to the hotel. We stayed at Four Points by Sheraton which is only 10 minutes (lebih kurang) away from the airport. Registered ourselves, check into our room and wait for the next activity @ 4 pm.

The seaview adalah sangat menarik. Didnt really get the chance to jalan-jalan by the seaside due to packed schedule. After the activity on the first day, we took a cab and off we go to the nearest pekan i.e. Pantai Chenang. About 15 minutes drive. It was a new tourist attraction punya site where they have 1 shopping mall and a lot of stalls tepi jalan raya. Suasana nya lebih kurang macam night market di Batu Feringgi, Penang. We went to the mall to get supplies of sunblock, mosquito repellent & my air contact lense. And we did some shopping on chocolates. Saya beli sikit ja. Kuantiti yang yang mampu habiskan, because di rumah, only me & Ariana yg makan chocolates.

20130704-000057.jpg

This is the only picture that I took on my first day. Itu pun pakai camera henpon seja. I know I have few more pictures from Adeline’s camera.

Back from Pantai Chenang, went back to the hotel for dinner. After dinner, saya bertungkus-lumus mandi & went down again for group discussion for our performance on Hawaiann Gala Night, and that was the end of my day 1 in Langkawi.

PS : I forgot to bring my travelling telekung and I had hard time finding one there due to the location of the hotel yang jauh (about 30 minutes untuk sampai ke pekan Kuah) and tiada orang jual telekung di pasar malam Pantai Chenang. And I do what I have to do, improvising my oversized pyjamas, big shawl & socks.